Jakarta sebagai Ibukota memiliki bioskop yang tertua yang pernah berdiri, bahkan salah satunya masih ada dan menjadi cagar budaya.

Taukah kamu, budaya menonton bioskop di Jakarta telah berlangsung sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

Berikut adalah deretan bioskop-bioskop terkenal di Jakarta pada tahun 1950-an:

Inilah Bioskop Tertua Yang Ada Di Jakarta

1.Bioskop Menteng

Bioskop ini dibangun pada tahun 1951 dan dibongkar tahun 1988. Sekarang di lokasi bioskop Menteng berdiri pusat perbelanjaan Menteng Plaza. Bioskop ini bukanlah yang tertua di Jakarta, tapi menurut sejarah Bioskop Menteng adalah bioskop Judi Slot Online Terbaik yang paling terkenal dan sering dikunjungi  bangsawan yang tinggal di Jakarta.

2.Metropole

Bioskop Metropole merupakan bioskop tertua di Jakarta yang dibuka sejak tahun 1932. Bioskop tersebut terletak di Jl Pegangsaan No 21, tepat di sudut antara Jalan Pegangsaan dan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Sebagai bioskop tertua di Jakarta, Metropole menjadi penggagas terbentuknya beberapa bioskop di Jakarta pada masanya

3.Garden Hall

Bioskop ini dibangun pada tahun 1970-an dan tahun 1980-an. Sekarang bioskop tersebut sudah tidak ada, sebagai gantinya berdiri Blok M Plaza. Bioskop Garden Hall dulu juga sempat beralih fungsi menjadi tempat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat pada zamannya.

Sampai sekarang pun Garden hall yang sudah berganti nama menjadi Blok M Plaza masih digunakan sebagai pusat perbelanjaan di daerah Blok M, Jakarta Selatan.

4.Astoria

Bioskop Astoria di yang belokasi di Pintu Air . Astoria ini ternekal karena memutar film Bill Haley “Rock Slot Deposit Pulsa Tanpa Potongan Around the Clock” selama berbulan-bulan pada tahun 1957. Umat Muslim saat itu marah lalu bikin rapat akbar di Taman Wijaya Kusuma yang dulunya Wilhelmina Park. Kini mesjid Istiqlal. Posisinya berseberangan dengan bioskop Astoria.

5.Grand

Bioskop Grand Senen diketahui telah berdiri sejak tahun 1920-an dan menjadi salah satu warisan Belanda di Jakarta. Kala itu, bioskopnya masih bernama Theater Kramat sebelum berganti nama jadi Rex di tahun 1935.

Namun, industri bioskop di Indonesia sendiri baru mulai berkembang di tahun 1950-an seperti diungkapkan oleh Firman Lubis dalam bukunya yang berjudul Jakarta 1950-1970. Sekarang nasib nya sudah tidak terurus akibat kebakaran yang menimpa bioskop Grand pada tahun 1980-an.